5 Bisnis Ini Pernah dan Sedang Saya Jalani, Kamu Bagaimana?

Rasulullah sebelum diangkat menjadi Rasul adalah seorang pebisnis yang sangat hebat.  Mungkin kita tidak tahu  bahwa lama waktu yang beliau sebagai pebisnis lebih lama dibandingkan lama waktu menyebarkan agama Islam. Menurut Dr. Syafi’i Antonio, Rasul mulai merintis karir bisnisnya pada usia 12 tahun dan memulai usahanya sendiri ketika berumur 17 tahun. Profesi ini terus dilakukan sampai menjelang beliau menerima wahyu pada usia 37 tahun. Jadi bisa disimpulkan bahwa Rasul menjalani kehidupan sebagai pebisnis selama kurang lebih 25 tahun sementara masa kerasulannya lebih sedikit, yakni 23 tahun. Oleh karenanya, tepat sekali saat Alm. Om Bob Sadino pernah mengatakan “Rasulullah saja berbisnis, kalian yang umatnya kok nyari kerja?”. 🙂

Hari ini saya tidak akan membahas tentang bisnisnya Rasul. Hari ini saya  akan menulis tentang beberapa usaha atau bisnis yang pernah saya lakukan sejak kuliah dulu  hingga sekarang.

Usaha yang pernah dan sedang saya lakukan masih dalam skala kecil bahkan mikro. Mulai dari berjualan pulsa, memiliki warung makan sederhana, berjualan jus buah, memiliki beberapa ekor kambing hingga yang terakhir ngejualin produk orang lain atau yang saya sebut dengan konvensional afiliasi. Baik, saya akan menceritakan satu-satu.

Jualan Pulsa

Saya rasa teman-teman juga banyak yang melakukan pekerjaan ini, berjualan pulsa. Awal saya berjualan pulsa itu saat masih di program matrikulasi Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia. Matrikulasi adalah  program perbaikan karakter mahasiswa STEI Tazkia selama dua semester awal sebelum menuju ke semester yang lebih tinggi. Semua mahasiswa di asramakan. Saya pikir ini adalah pasar yang lumayan untuk mahasiswa baru. Setelah berjalan sekian lama, akhirnya saya tidak lagi melanjutkan. Pertama, kompetitor di asrama semakin banyak. Kedua, saya ngga jago meminta piutang kalau teman-teman berhutang pulsa. Ketiga, malas aja, modal lumayan untungnya sedikit, kecuali punya modal yang besar dan penjualan hariannya besar.

Bisnis Pulsa Handphone

Jualan Pulsa, Salah Satu Bisnis Kecil Yang Dulu Pernah Saya Jalani

Warung Makan

Semester 3 kami semua pindah ke kampus baru, itu sekitar tahun 2010 akhir kalau tidak salah. Saya bersama delapan orang teman mengontrak sebuah rumah secara tahunan di cluster Udayana 9 No. 52, Sentul City, karena memang kampus kami ada di Sentul City. Disana kami sering makan di  warung Pak Maman dan istrinya Ibu Ishoh. Makanannya cukup enak, masakan Sunda, sambelnya itu lho ngga nahan. Warungnya sangat-sangat biasa.

Awalnya saya ditawari kerja sama oleh Pak Maman, saya berikan modal sebesar 500 ribu dan saya boleh makan sehari satu kali, makan dengan lauk suka-suka saya. Penawaran yang menari bukan?, hehe. Setelah sekian lama, saya menambah modal menjadi 1juta dan makannya menjadi dua kali sehari. Ini cukup menghemat uang jajan saya.

Saya kemudian menambahkan modal (kalau tidak salah) menjadi total sekitar 3 juta karena Pak Maman ingin membuka warung baru.

Lihat juga: Pusat Grosir Tas Murah dari salah satu penyedia tas grosir terbaik di Indonesia.

Singkat cerita, karena masalah manajemen keuangan yang tidak baik, akhirnya  Pak Maman menjual warung tersebut ke saya dengan harga 8juta. Saya kelola sendiri dengan seorang warga bernama Ibu Ipah. Tapi gagal, katanya ada yang main dukun-dukun gitu. Tapi yasudah lah, semua berjalan sesuai kehendak Allah toh.

Karena tidak bisa sendiri, saya kemudian menyewakan kembali warungnya ke Pak Maman, dengan harga sewa 30ribu per hari. Ini berjalan cukup lama. Hingga terakhir, warung tersebut saya jual kembali dengan harga 4juta. Apa saya rugi?, tentu tidak. Dari jaman makan 2x sehari gratis saya sudah untung banyak. sewa sehari 30ribu sebulan sudah 1juta. Plus harga jual. Ya, memang tidak untung banyak banget, tapi lumanyan lah dan yang penting, itu semua menjadi pengalaman yang berharga.

Bisnis Rumah Makan

Bisnis Rumah Makan, Tapi Warung Makan Saya Dulu Tidak Sebagus Ini :v

Kasjus

Saya juga sempat berjualan jus buah, brandnya adalah KASJUS. Kasjus plesetan dari Kaskus. Logonya sama persis hanya huruf “k” diganti menjadi “j”. Kasjus sebenarnya brand abang saya, tapi sudah diizinkan, hehe.

Kasjus berjualan dengan booth yang lumayan cakep lah, di dekat stasiun Bogor. Saya bekerja sama dengan seorang teman dari Tasik bernama Rendy.

Pembelinya naik turun, hingga terakhirnya boothnya saya sewakan.

Tapi karena satu dan lain hal, booth nya tidak ada kabar lagi, dan saya pun tidak menerima kabar lagi dari si penyewa. ckck

Jus Buah

Dulu Saya Pernah Berjualan Jus Buah

Kambing

Kambing itu binatang surga. Para Nabi pun kebanyakan adalah penggembala kambing. Rasulullah sendiri sejak usia 7 tahun sudah menggembala kambing.

Saat memasuki semester 7, saya pindah ke rumah Bang Doyok, salah seorang warga di daerah Sentul. Bang Doyok dan istrinya Teh  Ihat adalah orang yang dari awal kami di Sentul City sudah kami percayakan mulai dari cari rumah, laundry, numpang mandi dan lainnya, Sampai sekarang kami masih berhubungan baik.

Nah, Bang Doyok ini salah satu orang yang paling baik manajemen keuangannya. Salah satu lahan investasinya adalah di kambing, lebih tepatnya domba. Karena kebutuhan dana, Bang Doyok menawari saya 4 dombanya, saya beli dengan harga yang relatif mudah, kalau tidak salah sekitar 2juta. Saya berkerja sama dengan salah seorang warga, menitipkan domba-domba untuk dipelihara dengan sistem bagi hasi. Setiap anak domba yang lahir, dibagi dua. Jika dua ekor dibagi satu-satu, jika satu 50:50 dari harga jual.

Cukup baiknya sebenarnya dan saya cukup optimis. Namun apa boleh buat, si bapak yang saya titipin itu malah menjual domba-domba saya. hiks2

T.T

Bisnis Penggemukan Kambing

Kambing adalah Binatang Surga, Hampir Semua Nabi dan Rasul Pernah Menggembala Kambing

Bisnis Afiliasi

Singkatnya, afiliasi adalah menjual produk orang lain. Saya bekerja sama dengan pemilik barang, memasarkan barangnya dan mendapatkan komisi dari setiap unit produk yang dibeli oleh customer saya (customer yang saya arahkan ke toko/kantor mereka). Sekarang afilasi juga ada dengan sistem online, biasa disebut affiliate marketing. Kita memasang iklan produk orang lain di website kita dan mendapat komisi dari pembeli yang datang dari website kita.

Sejauh ini, saya memasarkan produk mesin cutting sticker. Komisinya sudah berapa besar?, sudah cukup besar, mungkin akumulasinya sudah dua digit. Kedepannya saya akan memasarkan lebih banyak produk seperti mesin digital printing, mesin press dtg, mesin cutting laser dll.

Selama ini saya memasarkan melalui iklan gratis seperti olx.co.id, bukalapak.com, tokopedia.com dll.

Namun cara ini saya rasa tidak lagi efektif. Oleh karena itu saya ingin belajar mengenai internet marketing dengan Mas Vatih di Pesantren Sintesa, agar wabsite yang saya punya sekarang (juga website-website yang akan saya buat nanti) bisa saya optimasi sendiri sehingga penjualan meningkat pesat. Aamiin

Affiliate Marketing

Affiliate Marketing Merupakan Bisnis Afiliasi Dengan Sistem Komisi di Dunia Online

Itulah beberapa bisnis yang pernah dan sedang saya lakukan.

Kedepannya setelah selesai nyantri di pesantren sintesa, selain fokus dengan google adsense dan penjualan produk via online berikut optimasinya, saya masih memilik ambisi untuk kembali membuka warung makan. Kasjus juga akan saya hidupkan kembali In syaa Allah namun meungkin dengan brand yang lain. Begitu juga dengan bisnis kambing, saya berharap bisa mengikuti jejak Raja Kambing dari ITB (cek google).

Mudah-mudahan Allah mengabulkan setiap doa-doa kita. Aamiin..

Terimakasih telah membaca dan have a beautiful day.

Razi.

Reply