Aria Ngomongin Bisnis

Tak terasa sudah dua minggu kami di pesantren. Saya bahkan sudah  lebih, karena datang lebih cepat dari teman-teman yang lain. Alhamdulillah program-program kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Target saya untuk shalat berjamaah dan takbiratul ihram bersama imam selama 40 hari berturut-turut (seperti dalam hadits) sekarang sudah memasuki hari ke 20. Hafalan Ali Imran kami sekarang sudah memasuki halaman ke-3. Mudah-mudahan semua program dan semua target masing-masing kami maupun target pendiri sintesa tercapai dengan baik. Aamiin

Baiklah teman-teman, hari ini saya akan menulis mengenai apa saja yang dishare oleh Mas Aria beberapa waktu yang lalu saat berkunjung ke tempat kami di pesantren sintesa. Cerita mengenai tamu sebelumnya (Mas Gugus Sakti) sudah pernah saya ceritakan. Oh iya, sebelumnya saya mohon maaf kepada Mas Aria karena di judulnya saya ngga pake kata “mas”, maksud hati biar judulnya rada keren. hehe

Mas Aria adalah seorang pengusaha muda kelahiran tahun 1990, beliau orang asli Yogyakarta. Berarti umur lulusan akuntansi Universitas Gajah Mada (UGM) inisekitar 25 tahun, cuma satu tahun sama saya, hiks. Mas Vatih meminta beliau (juga tamu lainnya) untuk datang dan sharing seputar pengalaman beliau di bisnis yang digelutinya selama ini. Fokus  Mas Vatih dengan mengundang orang-orang inspriratif memang untuk sekedar sharing dan motivasi, bukan perihal teknis.

Berikut beberapa poin penting dari pertemuan dengan Mas Aria yang bisa saya ceritakan.

Diketawain

Sebelumnya perlu saya ceritakan bahwa bisnis Mas Aria bergerak dalam kategori aksesoris atau perhiasan, lebih tepatnya cincin kawin atau cincin couple. Brand yang beliau bangun bernama Spilla Silver. Teman-teman yang ingin melihat-lihat koleksi beliau atau ingin memesan bisa langsung ke websitenya.

Awal mengenalkan ide ini saat beliau masih kuliah karena memang menjadi tugas salah satu mata kuliah saat itu. Saat presentasi di kelas, teman-teman Mas Aria pada ngetawain karena menganggap idenya tidak menjual, umumnya kan yang mau beli cincin mau lihat dulu barangnya, coba dulu di jarinya pas atau ngga. Tapi yasudah, Mas Aria tetap PD dengan idenya. Kalau sekarang mereka tahu omset beliau sudah masuk 3 digit (xxx juta!), kira-kira ekspresi  mereka akan seperti apa  ya. hehe

Ide Bisnis Mas Aria Awalnya Diketawain

Ide Bisnis Mas Aria Awalnya Diketawain, Namun Karena Instinct Yang Kuat Akan Berhasil, Spilla Silver Kini Maju Pesat

Ketemu Orang Keren

Di awal banget sharing, beliau cerita bertemu dengan salah satu orang keren, kalau tidak salah namanya Mas Saptuari. Dari Mas Saptuari beliau belajar bahwa “untuk menjadi kaya, harus kayakan dulu orang lain”. Padahal waktu itu buat sendiri aja masih kurang. Saya sih sebenarnya ngga terlalu paham maksudnya, tapi kayaknya sih maksudnya pastikan setiap usaha yang kita kerjakan harus berdampak ke orang lain. Dalam kasus Mas Aria, untuk membangun perusahaan cincin couple yang maju, beliau harus mempekerjakan masyarakat sekitar sebagai pembuat, customer service dll. Mas Saptuari juga bilang “mendapatkan profit itu mudah, tapi apakah itu akan berdampak ke orang lain?, atau hanya kita sendiri yang menjadi kaya?”.

Sampai saat ini, Mas Aria setidaknya memiliki 14 orang pegawai. Dua di antaranya adalah lulusan S1. Sisanya kebanyak lulusan SMP atau SMA. Ada kenikmatan yang  tidak bisa dijelaskan ketika kita mempekerjakan orang lain, apalagi jika mereka memang butuh. Mas Aria cerita bahwa terkadang pegawainya SMS mengucapkan terimakasi atas pekerjaan yang Mas Aria berikan sehingga bisa menghidupi keluarga. Kenikmatan seperti itu tidak bisa dinilai dengan uang.

Prinsip Kaizen

Hingga kini spilla silver telah berubah menjadi usaha yang besar. Namun Mas Aria tetap ingin memajukan usahanya. Beliau menerapkan prinsip-prinsip “kaizen”. Kaizen adalah prinsip Jepang yang  meyakini bahwa hidup hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus. Prinsip/filsafat ini juga diterapkan oleh  perusahaan-perusahaan besar seperti Honda, Toyota dll. Mas Aria sendiri menetapkan setiap bulan harus ada peningkatan omset 10% dari bulan sebelumny. Selain itu, setiap bulan harus ada perbaikan dari sisi teknis, khususnya pelayanan.

Kaizen, Salah  Satu Pinsip Terus Berkembang dari Jepang

Kaizen, Prinsip Yang Diterapkan Mas Aria dalam Mengembangkan Spilla Silver

Cerita-Cerita Lucu

Seperti yang teman-teman tau, kami disini belajar internet marketing. Tamu yang diundangpun orang-orang yang berkecimpung di dunia internet marketing. Begitu juga Mas Aria, beliau memasarkan produknya dengan menerapkan ilmu-ilmu dari internet marketing. Mulai dari optimasi website, facebook ads, google adword dll semua masih dilakukan sendiri oleh Mas Aria. Hal-hal teknis pembuatan cincinya dan melayani customer dilakukan oleh para pegawainya. Nah, karena secara umum pemasaran yang  dilakukan oleh beliau melalui online, ada beberapa kajian lucu yang beliau ceritakan.

Dikira Toko Besar

Di saat-saat awal Spilla Silver berkembang, Mas Aria belum mempunya toko (offline). Semua beliau kerjakan di kamar kosnya. Dengan  tampilan website spilla silver yang menarik, banyak customer yang mengira spilla silver ini perusahaan besar, punya toko besar dimana-mana. Pas mau ke TKP untuk COD, eh cuma kosan doang. hehe. Namun saat in beliau sudah punya paling tidak dua toko besar, satu di Jogja dan satu lagi di Surabaya. Pernah  juga saat Mas Aria tidak ada di kosan, pas pulang, tau-tau di depan kosan sudah mengantri lima orang untuk membeli cincin. Karena tempatnya memang sempit, maka yang masuk harus satu-satu, kata Mas Aria sudah seperti ke mbah duku. haha

Transfer 8 Juta

Produk di spilla silver ada berbagai macam bentuk dan harga. Salah satu modelnya berharga 12.5juta. Pernah suatu malam Mas Aria ditelpon sama seorang customer, minta dikirimkan cincin seharga 12.5juta tersebut dan meminta nomor rekening. Malam itu juga si customer mengirimkan uang senilai 8 juta. Ini terjadi di saat-saat awal. Delapan juga angka yang sangat besar untuk pembelia via online. Oh iya, padahal saat si customer sudah transfer uangnya, cincinnya belum ada, belum dibuat, baru majang gambar doang di website. kekeke

Beberapa Tips dan Masukan

Menurut Mas Aria, dalam memulai bisnis yang paling penting membaut road map yang jelas. Kira-kira bisnis kita bergerak dalam bidang apa, ingin seperti apa kedepannya dan apa saja yang harus dilakukan. Selain itu, beliau juga  kembali menyampaikan soal melihat  kemanfaatan terhadap orang lain, bisnis jangan hanya melihat uangnya, tapi juga melihat kemanfaatannya terhadap orang lain.

Website juga dibuat semenarik mungkin, agar customer betah di toko online kita. Selain itu, semakin hari competitor akan semakin banyak, jangan sampai kita kalah bersaing.

Foto Bersama Mas Aria Pemilik Spilla Silver

Kami Santri Sintesa Berfoto Bersama Mas Aria Pemilik Spilla Silver

Semoga tulisan tentang Mas Aria ini menginspirasi teman-teman ya.

Have a nice day.

Razi.

One Response

Reply