Dear Amanda

Dear Amanda

Apa kabar?

Saya sedang duduk di meja no.19 sekarang, tempat favorit kita dulu.

Dulu, kamu aneh banget, sukanya es campur, tapi diisi saos. WKWK

Nggak banyak sih. Tapi tetap aja aneh.

Kalau bukan istri udah tak tinggal. :p

Dear Amanda,

Sedang apa? Sudah makan malam?

Oh iya lupa, kamu jarang makan malam ya, takut gendut kata kamu, padahal berat badan cuma 51kg. Naik setengah ons aja kamu udah uring-uringan.

Dear Amanda,

Anak kita Nita sudah besar sekarang. Kemarin hari pertama dia masuk sekolah. Sejak dari rumah dia nggak sabaran banget mau ke sekolah. Eh pas ke sekolah malah jadi ciut karena rame banget. Jadilah saya nungguin dia dekat jendela. Haha

Nita cerdas banget. Dia sudah hafal juz 28, 29, dan sekarang. Juga surat Alkahf, Yasin, Alwaqi’ah, sama Arrahman. Hafalannya bagus banget. Hampir mumtaz lah walaupun nggak (belum) sebagus kamu. hehe

Nggak sia-sia ya sejak di perut kamu dulu, sering kita bacain Aquran, :p

Plus, ibunya juga hafidhah sih, in syaa Allah turun lah ya ke anaknya. Aamiin.

Dear Amanda,

Saya kangen.

Kamu ingat tidak saat saya ke rumah untuk pertama kalinya. Kamu bawain minum ke saya dan orang tua saya. Di situ ada ayah, ibu dan saudara-saudara kamu juga.

Dan ntah kenapa kamu kepeleset, nggak sampe jatoh, tapi airnya pada tumpah-tumpah.

Well, saya ingin bilang satu hal.

Memalukan!

Wkwk

Belum pernah lihat pria tamVan dan menaVan ya? kekekekke

Nggak lama setelah itu kita langsung menikah. Bikin acara sederhana. Hanya keluarga besar yang kita undang.

Sebulan kemudian kamu hamil untuk Nita.

Cuma selang sebulan, saya suami yang hebat kan? 😛

Dear Amanda,

Hmmm,

Saya ingat betul saat kamu minta cerai.

Itu hari paling mengaduk perasaan buat saya.

Saya marah, saya kesal, saya sakit, saya heran, saya shock, saya nggak nyangka sama sekali dengan permintaan kamu.

Bukankah selama ini saya sudah menjadi suami yang baik?

Hubungan kita baik-baik aja. Kita akur. Kita akrab. Kita dekat. Kita mesra.

Tapi kamu tetap keukeuh pada permintaan kamu.

Dan kamu memilih untuk sementara waktu pindah ke rumah orang tua karena saya tentu saja tidak mau.

Kamu Nita yang masih satu tahun.

Tinggallah saya dalam kebingungan.

Dear Amanda,

Sudah 6 tahun sejak kamu pergi.

Nita umur 1 tahun waktu itu, sekarang dia 7 tahun, Nita tumbuh jadi anak yang cantik sekali.

Mirip sekali sama kamu. Apalagi mata dan hidungnya.

Amanda sayang,

Kamu tidak perlu meminta cerai sayang waktu itu,

Kamu tidak perlu pergi ke rumah orang tua kamu,

Kenapa kamu mesti nutupin sakit kamu sayang?

Kamu takut saya bakal tinggalin kamu? Hah?

Allah…

Maafkan saya yang gagal jadi suami yang baik.

Bagaimana saya bisa luput dari sakitnya kamu padahal sehari-sehari saya….

Andai saja…..

Allah…

Maafkan saya yang berandai-andai padahal Rasul SAW telah melarangnya.

Allah, tolong ampuni dosa-dosa Amanda saya,

Jauhkan dia dari adzab kubur,

Masukkan dia ke surga tertinggiMu ya Rabb.

Aamiin.

Dear Amanda,

I Love You.

Reply