Nasehat Tentang Kehidupan – Bagian Cerita di Pondok Pesantren Sintesa (Part 2)

Ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang nasehat tentang kehidupan (part 1). Selamat melanjutkan membaca.

Biasakan Dengan Proposal

Menyusun Rencana/Proposal

pellinstitute.org

Di keluarga besar guru saya, mereka terbiasa dengan membuat proposal atas setiap program yang ingin dilakukan. Teman-teman jangan membayangkan proposal minta duit kayak jaman sekolah dulu. Proposal ini berisi program apa yang dijalankan, apa saja targetnya, mengandung manfaat untuk orang lain apa tidak, juga sampai ke dana yang dibutuhkan. Proposal ini kemudian dibahas dalam forum keluarga. Nanti anggota keluarga akan memberikan masukan. Duit yang dibutuhkan ya dari si pembuat program.

Nah ini ilmu baru banget buat saya pribadi. Membuat proposal tentu akan membuat program (apapun) yang akan kita lakukan menjadi lebih rapi. Kinerja dan target yang kita rencanakan juga akan terukur sehingga lebih mudah untuk dievalusi.

Dan, dari sekarang mesti rubah tuh makna proposal hehe.

Musuh Yang Nyata

Syaithan mengajak ke Jalan kesesatan

deviantart.net

Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS: Al Baqarah 208)

Di ayat tersebut Allah bilang bahwa syaithan adalah musuh yang nyata. Dulu saya menganggap ini ya hal yang biasa saja. Sering dengar kok di ceramah2. Tapi saya benar2 kaget dengan fakta2 tentang musuh yang nyata ini. Agar lebih mudah, seperti biasa, saya lebih suka jelasin poin per poin.

1. Ada yang namanya Iblis. Iblis ini cuma satu. Iblis ini yang dulu tinggal di surga sama Nabi Adam lalu diusir oleh Allah. Nah, iblis inilah bos besarnya syaitan.

2. Selain Iblis, namanya jin. Jin yang jahat dan mengajak manusia ke keburukan dinamakan syaithan.

3. Syaithan ini levelnya  macam2, sama seperti manusia juga. Ada yang kenal langsung sama Iblis (ring satunya iblis), ada yang  cuma kacung dll.

4. Iblis dan syaithan ini kerjanya sangat sangat sangat teratur, terarah, terukur dan kompleks. Mereka punya planing, target kegiatan harian, mingguan, bulanan dst. Setiap harinya syaithan dan iblis menyusun strategi dengan tujuan menjauhkan manusia dari surga. Mereka menyusun strategi di siang hari dan menjalankannya di malam hari. Umumnya begitu.

5. Nah hari ini, hampir tidak ada manusia yang tidak digoda oleh syaithan. Setiap orang pasti digoda dan dihasut oleh syaithan. Bahkan hampir bisa dipastikan di setiap orang ada syaithan yang terus nempel atau tinggal di tubuh si manusia. Hampir semua orang termasuk saya. Syaithan2 ini yang setiap hari menghasut dan menggoda manusia untuk melakukan kebathilan.

6. Ada juga jeni jin yang tinggal di manusia karena keturunan, misalnya dulu kakek kita pernah bekerja sama dengan jin lalu meminta anak cucu dijagain.

7. Jimat2 yang ada di toko2 dan di rumah2, itu bukan sekedar jimat gitu doank. Ada konsekuensi dari adanya benda itu di tempat kita tinggal. Untuk yang memasang di toko2, jin2 itu yang menghasut orang lain agar dagangannya laku.

8. Intinya, sebagian orang memang dengan sengaja bekerja sama dengan jin untuk tujuan tertentu. Jika kalian ke dukun dan minta agar dagangan laku keras, sebenarnya yang dilakukan si dukun adalah meminta para tolong pada para jin. Yang paling mengejutkan saya adalah ada perusahaan besar di Indonesia yang bekerja sama dengan makhluk ini. Setiap produk dagangannya telah ditiup oleh mereka. Pengakuan ini datang dari jin yang sudah diajak bertaubat saat diruqyah.

9. Jin yang hinggap di manusia, biasa diatasi dengan metode ruqyah yang benar.

10. Metode ruqyah yang benar adalah dengan mengajak si jin untuk bertaubat, masuk Islam dan keluar dari tubuh orang tersebut.

11. Jadi teman2, kita tidak mungkin lari dari kenyataan seperti ini. Bahwa mereka ada di mana2 dan selalu menghasut kita agar masuk ke neraka bersama mereka. Cara agar mengurangi atau menjauhkan diri dari fitnah mereka adalah dengan terus membentengi  diri.

12. Cara membentengi diri macam2 antara lain: dengan berzikir, shalat sunnah, membaca Alquran dll.

Itulah beberapa pelajaran dari guru kami sebelum beliau pulang ke Magetan. Sekarang ini (jam 16.01, tanggal 25 Maret 2015) mungkin baru banget nyampe rumah. Sebenarnya masih ada beberapa pelajaran lagi namun sepertinya tidak akan dibahas di tulisan ini.

Terimakasih telah membaca. Mudah2an bermanfaat.

 

Have a beautiful day.

Razi.

2 Comments

  1. arraziibrahim

Reply