Cerita Saya Jalan-jalan Sendirian ke Ternate

Menulis kini menjadi agenda rutin kami para santri perantren sintesa. Tiada hari tanpa menulis. Tema hari ini adalah kisah hidup pribadi kami masing-masing. Kami boleh menulis apa saja selama itu berhubungan diri kami. Saya sebenarnya bingung ingin menulis tentang apa, tidak ada inspirasi. Saya coba membuka akun facebook saya dan melihat postingan-postingan lama, siapa tau ada inspirasi dari sana. Ternyata benar, saya menemukan postingan tentang perjalanan saya ke Ternate yang merupakan salah satu daerah yang saya singgahi saat solo travelling September 2013 lalu. Akhirnya perjalanan ke Ternate menjadi cerita yang akan saya tulis kali ini.

Apa dan Dimana Itu Ternate?

Mungkin teman-teman ada yang belum tahu. Ternate adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Maluku Utara, atau biasa disingkat dengan Malut. Agar lebih mudah, Pulau Ternate itu letaknya kira-kira di samping kanan atas Pulau Sulawesi. Sebenarnya Ibu Kota dari Provinsi Maluku Utara adalah Sofifi, namun untuk menunjang kesiapan infrastruktur Sofifi, Ternate menjadi Ibu Kota sementara. Saya sendiri juga sempat mengunjungi Sofifi, memang kota dan pembangunannya belum sebaik Kota Ternate.

Letak Ternate

Letak Pulau Ternate Dalam Peta Indonesia

Kesan Pertama

Sebelum ke Ternate, salah lebih dulu mengunjungi Manado. Nah, Manado juga kota yang menarik, khususnya wajah cantik wanita-wanitanya. hehe. Dari Manado saya berangkat menggunakan kapal laut, kalau tidak salah nama kapalnya Elizabeth III. Saya lupa ongkosnya, tapi seingat saya diatas Rp.200.000. Perjalanan kesana kurang lebih memakan waktu 15 jam. Untung saya tidak mabuk laut. Traveller kalau mabuk laut kan malu-maluin. hehe

Saya  tidak punya teman satupun di Ternate, pun juga tidak kenal daerahnya, modal saya hanya selembar peta Indonesia.  Umumnya traveller membuat road map yang jelas seperti tempat yang ingin dikunjungi, makanan yang ingin disantap, teman yang bisa mengakomodasi dan lainnya sebagainya. Namun tidak bagi saya, saya memang cenderung tanpa rencana, asal melangkah saja, nanti ketemu  jalannya. Di atas kapal saya sudah mengambi ancang-ancang untuk tidur di mesjid, seperti yang biasa saya lakukan jika tidak ada yang mengajak nginap. hehe. Namun Allah punya rencana lain, saya dipertemukan dengan  Ongen, anak muda asal Ternate yang baru pulang dari Manado untuk mengikuti CPNS. Setelah ngobrol panjang lebar, Ongen mengajak saya untuk menginap di rumahnya saja, ya tentu saya iyakan. 🙂

Saat hampir menuju dramaga, saya dibuat kagum oleh indahnya gunung gamalama. Gunung gamalama adalah gunung yang menjadi “pusat rotasi” Kota Ternate. Jika disebut Pulau ternate, sebenarnya hanya gunung gamalama dan kaki gunungnya. Kota Ternate terletak di kaki gunung gamalama ini. Gunung gamalama merupakan gunung yang masih aktif. Ada cerita menarik dari dari Ongen tentang gunung ini yaitu Dorce Gamalama, teman-teman pasti tahun siapa orang ini. Konon sebelum melakukan operasi kelamin, Dorce melakukan meditasi di atas gunung ini dan bernazar jika operasi kelaminnya berjalan lancar, dia akan menambahkan kata “gamalama” di namanya. Andai operasinya gagal. hehe

Dari atas kapal kita juga bisa melihat pulau tidore. Ongen menjelaskan bahwa pulau Tidore adalah pulau yang ada di lembar uang Rp. 1.000 (silakan teman-teman cek). Gunung gamalama, pulau tidore, dan pemandangan alam hijau sekitar membuat perjalanan kembali bersemangat.

Foto Dengan Latar Gunung Gamalama ternate

Saya Sedang Berfoto Dengan Latar Gunung Gamalama Ternate

Tulisan ini sudah 500-an kata, jumlah minimal kata untuk konten berkualitas. Tulisan ngebolang ke ternate ini saya sudahi saja dan In syaa Allah akan saya sambung kapan-kapan. hehe. Nanti In syaa Allah saya akan bercerita tentang perjalanan ke Sofifi, Perjalanan ke Pulau Tidore dan diajak menginap di rumah Pak RT, Pulau Morotai, Kisah Danau Tolire, Benteng Tolukko dan lain-lain.

Ternate merupakan destinasi terakhir dari perjalan saya September 2013 lalu sebelum kembali pulang ke Bogor untuk wisuda. Perjalanan waktu itu saya mulai dari banjarmasin lalu ke kota-kota di Kalimantan, kota-kota di Sulawesi lalu berakhir hingga Ternate. Pengalaman saya singgah di Makassar sudah pernah saya ceritakan sebelumnya.

Cukup sekian saja.

Terimaksih sudah membaca.

Have a nice day,

Razi.

Reply