Yuk Bersyukur dan Ngucapin Alhamdulillah dengan Sempurna

Jadi Begini..

Mesjid belajar bersyukur

albasairislamicmedia.wordpress.com

Tadi habis shalat berjamaah magrib ada pengajian Alquran di Mesjid Nurul Huda 19 Wirokerten Yogyakarta, mesjid yang dekat dengan pesantren kami. Pengajian Alquran ini diisi oleh Ust. Ulin Nuha, beliau seorang hafidh. Pengajian ini belum lama berjalan, baru dua kali seingat saya setiap ba’da magrib malam selasa. Karena hari senin dan kamis kami berpuasa sunnah, maka setelah shalat magrib dan sunnah ba’diyah kami langsung pulang untuk makan. Begitu balik lagi ke mesjid, ya cuma dapet sisa-sisa akhir pengajiannya doank. Tapi gapapalah, menurut saya justru ilmu yang barusan saya dapat itu sangat besar maknanya. Tentang bersyukur.

Rasulullah SAW bersabda:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

“Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya sehingga sempurnalah segala amal kebaikan”

Udah gitu doank.

Jadi poinnya adalah lebih baik mengucapkan syukur itu secara lengkap seperti di dalam hadits. Apalagi saat mengucapkan syukur kita tau maknanya, wah semakin dalem tuh. Mudah-mudahan mulai sekarang membiasakan diri dengan mengucap syukur dengan lebih langkap. Kalo cuma Alhamdulillah tok juga gapapa sih, tapi ya kurang aja gitu, apalagi udah tau.

Pelajaran dari Om Nouman (Pertama)

Foto Nouman Ali Khan Syukur Alhamdulillah

daarulislam.com

Saya akhir-akhir ini memang lagi suka banget sama Om Nouman Ali Khan. Video-video beliau juga suka saya share di facebook saya. Atau kalo temen-temen mau nonton silakan cari di youtube tuh banyak banget. Nah, saya ingin cerita tentang salah satu ceramah beliau ketika di Singapura. Waktu itu beliau membahas tentang surat Al Fatihah, durasinya hingga 3 JAM!. Alfatihah tok lho. Ceramah itu dibagi jadi 3 part, saya baru nonton yang pertama. Berikut beberapa pelajaran yang saya dapat dari video tersebut.

1. Alhamdulillah, hamdun, artinya  tidak cuma thanks atau praise, tapi kedua. Jadi ga bisa cuma salah satu. Jadi saat kita mengucapkan Alhamdulillah, kita mengucapkan terimakasi dan memuji Allah sekaligus. Pastikan pemahaman ini ada di setiap alhamdulillah yang kita ucap.

2. Lillah. Kenapa Allah menggunakan kata Allah?, kenapa bukan Ar Razzaaq misalnya?, atau kenapa bukan Al Fattaah dst?. Itu karena kata “Allah” sudah mencakut sifat-sifat Allah yang lain

3. Rab. Rab bisa diartikan sebagai “Master” dan kita hamba Allah ini bisa disebut “slave”. Jadi ya mesti kenal diri, Allah itu Rab, Master, kita cuma slave.

Sebenarnya masi banyak pelajaran yang lain, tapi cukup aja biar ga melebar pembahasannya. Kan lagi ngomongin tentang syukur. (ngeles)

Pelajaran dari Om Nouman Ali Khan (Kedua)

Alhamdulillah Syukur Kepada Allah

http://www.noormuslima.com/

Dalam Surat Ibrahim ayat 7  Allah  berfirman begini:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.  Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (ni’mat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (QS: Ibrahim: 7)

Beberapa poin yang saya dapat antara lain:

1. Allah menggunakan kata “I” atau “Aku”. Jarang-jarang Allah  pake kata “Aku”, biasanya hal yang besar-besar. Jadi syukur termasuk hal  yang besar.

2. “apabila engkau bersyukur”, maknanya, dikit aja bersyukur, itu udah dihitung bersyukur sama Allah

3. Bersyukur ke siapa? ya tentu yang pertama ke Allah. Tapi ga sesempit itu, bagian dari bersyukur juga seperti berterimakasi kepada orang tua kita, kepada bos kita di kantor, kepada orang yang sudah menolong kita dan lain sebagainya.

4. Nah, “jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu”. Ini bermakna, dikit aja bersyukur kita akan ditambah nikmat oleh Allah. Nikmat yang seperti apa?. Kerennya itu disini, karena Allah ga nyebutin spesifik, biasanya  nyebutin. Allah ga nyebutin karena Allah akan memberikan nikmat yang bermacam-macam jenisnya, ga cuma duit doank. Kalo kata Om Nouman “this is the beauty of this ayat”

5 . “jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Ini juga keren. Jika kita mengingkari nikmat terus gimana?. Kita akan dapat azab gitu?. Di ayat ini ga gitu. menurut Om Nouman antara dua kalimat itu ga berhubungan, karena ga dihubungkan oleh kata “maka” atau “fa” dalam bahasa Arab. Jadi ya bagi Allah memang ga ngaruh kita mau bersyukur atau ga, mau ingkar atau ga.

Mari bersyukur dan mari mengucap syukur dengan sempurna.

Wallahua’lam.

 

Have a beautiful day.

Razi.

Reply