untuk kita, generasi doyan foto-foto dan caption-caption

Yang nggak foto-foto di Mekkah dan Madinah bukan berarti nggak umrah atau nggak haji.

Mereka memang nggak suka aja. Mereka take off, nyampe sana full ibadah, terus pulang. Sampe kampung halaman aktifitas spt biasa.

Orang yang nggak pamer-pamerin screen shoot income bukan berarti nggak ada duit.

Justru orang-orang ini biasanya duitnya berlebih. Hanya mereka gak suka aja. Lebih suka orang-orang taunya biasa, saat berteman bukan krn duitnya, tapi krn pribadinya.

Banyak lah hal-hal lain yang cocok dengan rumus ini.

Misal orang yang nggak suka update-update soal keluarganya, suaminya, istrinya, anaknya dst, bukan berarti kehidupan mereka nggak seru atau lagi ada masalah.

Justru mereka lagi di titik paling damai dalam berkeluarga. Mereka bahagia tanpa perlu ngasih tau banyak orang.

Sebagian kita kayaknya kurang setuju.

Ya namanya juga mereka sama kita kelasnya udah beda.

sudahkah kita punya daftar NOT to do (baca: maksiat) harian?

Maksiat memang enak. Kadang enaknya pake banget.

Tapi apa yang kita dapatkan ketika bersabar utk tidak bermaksiat jauuuhh lebih besar, lebih baik, dan lebih enak ketimbang rasa enak saat bermaksiat.

Belum lagi kalau dihitung apa saja yang akan hilang karena makisiat.

Makanya orang-orang shaleh, fokus utama mereka adalah menghindari maksiat, menghindari datangnya murka Allah (Dari Habib Novel Alaydrus)

Nah kita kan melihat orang-orang shaleh adalah ahli ibadah, justru itu prioritas nomor 2 lho.

Bayangkan bagaimana beliau-beliau ini dalam menghindari diri dari maksiat.

Lebih luar biasa. Walaupun tidak begitu tampak.

Saya yakin banyak dari kita punya list ibadah harian.

Tapi, apakah kita punya list NOT to do harian?

dunia ini tidak lebih dari sebelah sayap lalat

jika dunia tidak lebih dari sebelah sayap lalat, apalagi jika kita hanya punya setengahnya dunia.

apalagi jika hanya punya seperempat dunia.

apalagi jika hanya punya seperdelapan dunia.

dan, apalagi jika kita hanya punya income 5 juta rupiah per bulan!

baru duit segitu udah ninggalin shalat, ninggalin puasa, banyak maksiat.

nggak malu sama lalat? dia punya 2 belah sayap.

Nasehat Tentang Kehidupan – Bagian Cerita di Pondok Pesantren Sintesa (Part 2)

Syaithan mengajak ke Jalan kesesatan

Ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang nasehat tentang kehidupan (part 1). Selamat melanjutkan membaca.

Biasakan Dengan Proposal

Menyusun Rencana/Proposal
pellinstitute.org

Di keluarga besar guru saya, mereka terbiasa dengan membuat proposal atas setiap program yang ingin dilakukan. Teman-teman jangan membayangkan proposal minta duit kayak jaman sekolah dulu. Proposal ini berisi program apa yang dijalankan, apa saja targetnya, mengandung manfaat untuk orang lain apa tidak, juga sampai ke dana yang dibutuhkan. Proposal ini kemudian dibahas dalam forum keluarga. Nanti anggota keluarga akan memberikan masukan. Duit yang dibutuhkan ya dari si pembuat program.

Nah ini ilmu baru banget buat saya pribadi. Membuat proposal tentu akan membuat program (apapun) yang akan kita lakukan menjadi lebih rapi. Kinerja dan target yang kita rencanakan juga akan terukur sehingga lebih mudah untuk dievalusi.

Dan, dari sekarang mesti rubah tuh makna proposal hehe.

Musuh Yang Nyata

Syaithan mengajak ke Jalan kesesatan
deviantart.net

Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS: Al Baqarah 208)

Di ayat tersebut Allah bilang bahwa syaithan adalah musuh yang nyata. Dulu saya menganggap ini ya hal yang biasa saja. Sering dengar kok di ceramah2. Tapi saya benar2 kaget dengan fakta2 tentang musuh yang nyata ini. Agar lebih mudah, seperti biasa, saya lebih suka jelasin poin per poin.

1. Ada yang namanya Iblis. Iblis ini cuma satu. Iblis ini yang dulu tinggal di surga sama Nabi Adam lalu diusir oleh Allah. Nah, iblis inilah bos besarnya syaitan.

2. Selain Iblis, namanya jin. Jin yang jahat dan mengajak manusia ke keburukan dinamakan syaithan.

3. Syaithan ini levelnya  macam2, sama seperti manusia juga. Ada yang kenal langsung sama Iblis (ring satunya iblis), ada yang  cuma kacung dll.

4. Iblis dan syaithan ini kerjanya sangat sangat sangat teratur, terarah, terukur dan kompleks. Mereka punya planing, target kegiatan harian, mingguan, bulanan dst. Setiap harinya syaithan dan iblis menyusun strategi dengan tujuan menjauhkan manusia dari surga. Mereka menyusun strategi di siang hari dan menjalankannya di malam hari. Umumnya begitu.

5. Nah hari ini, hampir tidak ada manusia yang tidak digoda oleh syaithan. Setiap orang pasti digoda dan dihasut oleh syaithan. Bahkan hampir bisa dipastikan di setiap orang ada syaithan yang terus nempel atau tinggal di tubuh si manusia. Hampir semua orang termasuk saya. Syaithan2 ini yang setiap hari menghasut dan menggoda manusia untuk melakukan kebathilan.

6. Ada juga jeni jin yang tinggal di manusia karena keturunan, misalnya dulu kakek kita pernah bekerja sama dengan jin lalu meminta anak cucu dijagain.

7. Jimat2 yang ada di toko2 dan di rumah2, itu bukan sekedar jimat gitu doank. Ada konsekuensi dari adanya benda itu di tempat kita tinggal. Untuk yang memasang di toko2, jin2 itu yang menghasut orang lain agar dagangannya laku.

8. Intinya, sebagian orang memang dengan sengaja bekerja sama dengan jin untuk tujuan tertentu. Jika kalian ke dukun dan minta agar dagangan laku keras, sebenarnya yang dilakukan si dukun adalah meminta para tolong pada para jin. Yang paling mengejutkan saya adalah ada perusahaan besar di Indonesia yang bekerja sama dengan makhluk ini. Setiap produk dagangannya telah ditiup oleh mereka. Pengakuan ini datang dari jin yang sudah diajak bertaubat saat diruqyah.

9. Jin yang hinggap di manusia, biasa diatasi dengan metode ruqyah yang benar.

10. Metode ruqyah yang benar adalah dengan mengajak si jin untuk bertaubat, masuk Islam dan keluar dari tubuh orang tersebut.

11. Jadi teman2, kita tidak mungkin lari dari kenyataan seperti ini. Bahwa mereka ada di mana2 dan selalu menghasut kita agar masuk ke neraka bersama mereka. Cara agar mengurangi atau menjauhkan diri dari fitnah mereka adalah dengan terus membentengi  diri.

12. Cara membentengi diri macam2 antara lain: dengan berzikir, shalat sunnah, membaca Alquran dll.

Itulah beberapa pelajaran dari guru kami sebelum beliau pulang ke Magetan. Sekarang ini (jam 16.01, tanggal 25 Maret 2015) mungkin baru banget nyampe rumah. Sebenarnya masih ada beberapa pelajaran lagi namun sepertinya tidak akan dibahas di tulisan ini.

Terimakasih telah membaca. Mudah2an bermanfaat.

 

Have a beautiful day.

Razi.

Nasehat Tentang Kehidupan – Bagian Cerita di Pondok Pesantren Sintesa (Part 1)

Manajemen Waktu yang baik

Hari ini guru kami, Mas Vatih, pulang kembali ke Magetan. Beliau di pesantren sintesa memang hanya dua minggu dalam satu bulan. Dulu malah rencananya cuma satu minggu. Mudah2an guru kami terus diberi kesehatan. Istri dan anak mau ngga mau ditinggal di Magetan juga mudah-mudahan diberikan balasan yang paling baik. Kebayang dong jika ditinggal pasangan selama dua minggu setiap bulannya?

Sebelum pulang, kami “menodong” Mas vatih untuk memberikan nasehat-nasehat untuk kami para santri, khususnya untuk dua minggu ke depan sebelum beliau balik lagi ke pesantren ini. Nasehat-nasehat itu rupanya saya rasa luas banget, makanya saya tertarik untuk nge-share ke teman-teman.

Biar sambil nyelam minum air, maksudnya walaupun tulisan ini merupakan cerita pribadi, saya tetap ingin  tulisan ini bisa mendatangkan visitors dari mesin pencari. Maknya saya coba membuat judul berbasis research keyword yang sudah Mas Vatih ajarkan.

Nasehat-nasehat tersebut akan saya tuliskan poin per poin.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga  tulisan ini mendatangkan banyak visitor. :v Aamiin

Materi Yang Dipelajari Sudah Cukup Banyak

Materi Internet Marketing sudah lumayan
http://www.uglydogbooks.com/

Mas Vatih bilang mungkin materi internet marketing, khususnya mengenai adsense, sudah sekitar 60%. Padahal kami belum sampai dua bulan di sini. Namun hasil dari materi tersebut memang belum ideal, belum maksimal. Materi-materi yang sudah kami dapatkan itu memang harus ditopang oleh jam terbang.

Kami memang belajar banyak hal selama di sini. Khusus dua minggu ini, kami belajar mengenai research keyword, profile backlink, manfaat plugin yang lebih mendalam, google highlight, membuat konten dengan basis research keyword untuk website satujam.com maupun blog pribadi kami sendiri dan lain sebagainya.

Kalau diingat-ingat, dua bulan yang lalu, saat pertama kali kami ke sini, kebanyakan kami bahkan belum tau apa itu domain dan hosting. Dan hari ini, kami sudah memahami banyak hal mengenai internet marketing. Alhamdulillah, terimakasi banyak Mas Vatih.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

“Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya sehingga sempurnalah segala amal kebaikan”

Jadi Lebih Produktif

Manajemen Waktu yang baik
http://behindthehustle.com/

Jika mengambil patokan pada umur Rasul, 63 tahun, berarti saya cuma punya sisa hidup sekitar 39-40 tahun. Biasanya kita tidur 8 jam sehari atau 1/3 dari waktu yang kita punya. Jadi saya menghabiskan sekitar 14 tahun untuk tidur aja ke depannya. Sisa waktu sekitar 26 tahun. Untuk aktivitas makan, minum, mandi, dalam perjalanan, bercanda, ngobrol, nongkrong dll jika diakumulasikan menurut Mas Vatih bisa 10 tahun. Jadi waktu produktif yang mungkin bisa saya gunakan hingga saya  meninggal sekitar 16 tahun. Di sisa waktu yang hanya 16 tahun (kalian mungkin beda-beda), sebaiknya kita gunakan untuk yang benar-benar produktif, benar-benar baik, benar-benar penting. Mas Vatih selalu menekankan bahwa lakukan sesuatu yang bermanfaat kepada banyak orang, bukan hanya kita sendiri. Bikin program2 yang di dalamnya memnentingkan kebermanfaatan ke orang lain. Bahas dan lakukan program2 itu dengan istri dan keluarga besar.

Dan jangan lupa selalu meniatkan ibadah dalam setiap aktivitas. Dengan meniatkan ibadah, besar kemungkinan waktu 10 jam (yang kita habiskan untuk waktu makan, perjalanan, mandi, ngobrol dll) juga akan bernilai ibadah.

Saya secara pribadi sangat2 bersyukur Allah takdirkan bisa belajar di pesantren ini. Secara umum kami memang belajar mengenai internet marketing, lebih tepatnya fokus di google adsense, penjualan produk, SEO dan pemanfaatan media sosial. Namun suasana yang dibangun seperti di pondok. Kami shalat berjamaah 5 waktu, shalat dhuha, tahfidh Alquran, zikr terjadwal, puasa setiap senin-kamis dll. Bisa dibilang setiap aktivitas yang kami lakukan disini “daging semua”.

Ok, cukup dua poin dulu. Silakan lanjutkan membaca Nasehat Tentang Kehidupan (Part 2). Di sana ada pembahasan yang lebih keren, tentang “musuh yang nyata”. Udah, klik aja link nya. :v