ralat pandangan soal hijabers

mungkin akan ada yang nggak sepakat, tapi ya namanya juga hidup kan. :p

jadi gini,

seiring waktu, ada beberapa hal yang saya sadari belakangan ternyata kurang tepat.

salah satunya tentang pandangan saya soal hijabers.

Pinterest

saya dulu paling getol menyuarakan bagi cewek-cewek untuk jangan selfie, mukanya jangan di-imut2in, di-monyong2-in, dst

lebih-lebih kalau hijabers.

bahwa sebaiknya para hijabers lebih menjaga adab, aurat, untuk menjaga marwah agama.

sebenarnya masih gitu juga sikap saya sekarang.

cuma, gara-gara saya terlalu fokus pada sisi negatif dari aktifitas begituan para hijabers ini, saya jadi lupa melihat betapa besar impact keberadaan mereka.

saya lupa kalau pakaian syar’i (baik yang stylish maupun yang nggak) udah sangat membumi sekarang.

kalau kita jalan, udah banyak yang pake pakaian syar’i.

stylish-stylish mereka. enak dilihat.

dan mereka menggunakannya dengan perasaan bangga, senang, nggak malu, nggak takut dianggap kampungan, dst.

dulu, orang-orang tuh malu lho pake rok, pake jilbab gede.

sekarang udah jadi lifestyle.

dan….

fenomena ini bisa sebegini dahsyat gara-gara siapa?

hijabers!

karena mereka lah pakaian syar’i jadi membumi dan terkesan elegan sekarang.

kalau nggak ada mereka, boleh jadi sekarang cewek-cewek masih malu pake rok dan jilbab besar.

oke, paham, saya juga masih belum bisa 100% meng-iyakan.

sebaiknya cewek-cewek menjaga diri dan nggak foto-foto kan?

iya, saya setuju. dan memang seharusnya begitu.

tapi kalau kampanye menolak tindakan hijabers kita lakukan, boleh jadi hijab dan gamis akan kembali ditinggalkan.

khususnya remaja ya.

mereka butuh role model. yang keren-keren. yang kece-kece. yang cantik-cantik.

saya mengibaratkan hijabers ini kayak keuangan syariah di indonesia.

bahwa belum 100% syariah, iya, kita akui, dan kita kritisi, dan kita perjuangkan agar 100% syariah.

tapi, jangan pula kita tolak 100%.

kalau kita tolak saat masih tertatih kayak sekarang, gimana mau berlari keuangan syariah di Indonesia.

kalau kita tolak kampanye pakaian syar’i ala-ala hijabers yang memang masih banyak kurangnya, gmn mau massive penggunaan pakaian syar’i di Indonesia.

ini kan masih tertatih, masih baru-baru mulai, tapi nanjak, angkanya semakin nambah, dan seiring jalan pelan-pelan kita ubah (agar lebih syar’i lagi)

mesti kita dukung terus.

pelan-pelan in syaa Allah saya yakin arahnya akan ke sana kok.

in syaa Allah.

 

Tips Super Mudah Dapat Ridha Allah. :P

Saya mau kasi tips SUPER mudah untuk dapetin ridha Allah melalui ridha orang tua.

Sebelumnya kita mesti tau dulu posisi orang tua dalam agama kita itu kayak apa sih.

Kata Rasulullah SAW,

“tidak ada haq yang lebih besar setelah Allah dan RasulNya, melebihi haq kedua Ibu Bapak”

Kasarnya, urutan yang mesti kita muliakan itu adalah:

1. Allah
2. Rasulullah SAW
3. Ibu
4. Ayah

Mohon maaf karena sepertinya tips (baca trik) ini hanya berlaku untuk laki-laki. Haha

Lakukan ini:

Shalat berjamaah 5 waktu selalu di masjid dan selalu awal waktu. Sebelum pergi, lu salim dah tu ama Ayah ama Ibu. Biasanya ntar pasti ada doa-doa singkat gitu. “semoga semakin shaleh”, “ya Allah, beri rahmat selalu” dll dll

Bayangin sehari 5 kali shalat. Kali dua (Ibu + Ayah). Paling nggak sehari 10x didoain.

Dengan salim doang.

Belum doa-doa abis shalat mereka.

Coba deh praktek.

Awal-awal mungkin kikuk ya. Awkward gitu. Tapi lama-lama jadi biasa kok.

*pengalaman orang*

3 ilmu biar hidup nggak stress. (by Habib Novel Alaydrus)

Di akhir zaman ini kan banyak orang yang stress, pusing, puyeng, dst.

Merasa kok masalahnya berat banget, nggak kunjung selesai.

Nah ini ada 3 ilmu/tips dari Habib Novel Alaydrus agar hidup lebih nyantai.

Yuk disimak..

1. Jangan pernah mikir soal dunia.

Utang banyak, jangan dipikirin. Anak belum bayaran sekolah, jangan dipikirin. Istri ngomel terus, jangan dipikirin. Toko kebakaran, selow aja, jangan dipikirin.

Dipikirin emang akan nyelesaiin masalah?

Mikir aja ibadah kita, nasib kita di akhirat, dosa-dosa kita, dst. Mikir shalat kita udah sempurna belum ya. Zikir udah cukup belum ya. Hadir majelis mesti ditingkatkan ni. Dll

Ntar perkara-perkara dunia kayak di atas itu Allah yang ngurus.

Caranya gimana?

Pokoknya Allah yg ngurus, ntar ketauan kok gimana jalan keluarnya.

2. Semua yang Allah taqdirkan ke kita itu baik.

Allah itu baik. Yang Allah taqdirkan ke kita juga baik.

Allah kasi kaya, itu baik, jangan minta miskin krn kok susah kelola duit.

Allah kasi miskin, itu baik, jangan ngeluh, kalau Allah kasih kita kaya, terus malah jadi kayak Tsa’labah, yang zakatnya pun Allah udah nggak mau terima, mau?

Dan, since semua hal adalah taqdir Allah, maka semua keadaan kita saat ini adalah baik.

Clear ya?

3. Masalah itu tidak ada, kenapa?, karena Allah udah menciptakan solusi.

Inna ma’al ‘usri yusran.

Setiap ada kesulitan, minimal ada 2 kemudahan.

Ini Allah yang bilang lho, kalau ragu, ada yg salah dengan iman kita.

Hutang banyak, 100jt, besok orangnya mau ambil, kalau gak bayar, rumah mau diambil, masalah bukan?

Iya, awalnya itu masalah, tapi karena Allah udah nyiptain solusi/kemudahan/kebaikannya, jadinya itu bukan masalah lagi.

Solusinya apa?

Udah nggak usah mikir, balik lagi ke nomor 1, mikir ibadah dan akhirat aja, ntar Allah kasih jalan.

Mikir shalat aja, puasa, zikir, shalawat, hadir majelis ilmu, baik sama orang tua, banyakin shadaqah, shalat berjamaah-awal waktu-shaf depan, tilawah, dll. Udah gitu-gitu aja. Ntar Allah kasih jalan.

Kalau 3 ilmu ini udah khatam, udah nempel di hati, plong udah idup, selow, kayak Habib Novel noh. Butuh duit milyaran tapi senyummmmmm aja beliau tiap ceramah.

Tips buang air kecil, hal penting yang sering dianggap sepele

Kata Rasulullah SAW:

“Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut.”

Dalam hadits yang laen:

“Suatu hari Rasulullah saw melewati kebun diantara kebun-kebun di Madinah. Tiba-tiba beliau mendengar suara dua orang yang sedang di siksa di dalam kuburnya” Kemudian Rasulullah SAW. bersabda: Keduanya di azab, tetapi bukan karena masalah besar (dalam anggapan keduanya) lalu bersabda – benar (dalam riwayat lain: Sesungguhnya ia masalah besar) salah satunya tidak meletakkan sesuatu untuk melindungi diri dari percikkan air kencingnya dan yang satu lagi suka mengadu domba“.

Ini ada tutorial singkat dari saya:

1. Jangan kencing sambil berdiri, kencinglah sambil jongkok
2. Berdirikan kaki kiri, pantat kiri letakkan di tumit kiri bagian belakang
3. Bungkukkan badan sedikit
4. Buang air kecil sampai habis, arahkan ke lobang WC biar gak terpercik kemana-mana.
5. Kalau udah kelar, tekan bagian bawah dekat dubur beberapa kali
6. Berdehem beberapa kali sambil nekan bagian perut dengan dehem tersebut (Rasul yang suruh)
7. Jika masi berasa bersisa, jika perlu, berdiri lalu duduk beberapa kali, (saya coba berdiri-duduk beberapa kali, kadang ada sisa kencing yg keluar, kadang nggak. Nah keluarnya kayak nggak berasa, jadi kalau nggak hati-hati, nggak dicek, nggak ketauan).
8. Urut kemaluan 3 kali biar air kencing habis semua (kalau cowok, cewek gak tau dah)
9. Siram WC nya dulu, hati-hati biar percikan gak kena ke pakaian atau badan
10. Siram kemaluan/tempat keluarnya kencing, pelan-pelan biar airnya memercik
11. Siram kaki, paha, pantat yang sekira-kira kena percikan kencing
12. Done

Sama jangan lupa celana, celana dalam, sarung dll dibuka dulu aja.

Pernah nggak merasa ada sisa air kencing yang keluar?

Well, itu bukan perasaan, segera ganti celana!

Untuk lebih jelasnya bisa baca atau nonton ceramah-ceramah dari para ulama.

Ribet memang, dan lama, tapi harus kita perhatikan benar-benar ini, harus serius. Daripada dapat azab kubur gara-gara air kencing, mau? Nggak keren amat.

Allah dulu, usaha belakangan.

Saya punya beberapa guru ngaji, orang-orang shaleh, dengan pemahaman yang bagus.

Nah salah satu guru ngaji saya ini, cara berpikirnya itu mirip banget dengan Habib Novel Alaydrus.

Saya akan ceritakan 2 hal tentang beliau.

Cerita pertama.

Beliau secara financial tuh biasa aja setau saya. Namanya orang shaleh itu biasanya nggak pengen yang aneh-aneh.

Nah suatu hari beliau pengen mobil. Mungkin udah merasa butuh.

Yang beliau lakukan apa?

Kalau kita kan kerja, jualan, nabung, kerja lagi, scale up, dst.

Nah beliau pake cara mudah:

Doa, zikir, shalawat, doa, zikir, dst. Gitu-gitu aja. Persis kayak Ilmunya Habib Novel Alaydrus.

Kata beliau,

“tidak lama, sekitar 4 bulan sejak saya mulai doa, alhamdulillah bisa beli mobil”

(note: beliau cerita begini cuma di pengajian, ke kami-kami aja biar cara pikirnya berubah, nggak mungkin cerita bebas ke luar)

4 bulan! Punya penghasilan 50jt/bulan juga belum tentu cukup.

Cerita kedua.

Beliau cerita pengen banget umrah. Bahkan pernah pas cerita kayak mau nangis gitu.

Beliau bilang,

“harus yakin sama Allah, minta Allah kasih kesempatan utk umrah, minta Allah apapun, doa jangan putus-putus, zikir siang malam”

Kurang lebih begitu.

Sekitar 1-2 bulan kemudian, saya ketemu abis shalat Jumat. Katanya beliau besok Sabtu mau ke Banda Aceh ngurus visa (kalau nggak salah) untuk umroh.

Saya rada-rada merinding.

Bagi yang biasa umroh mungkin biasa aja ya.

Tapi bagi yang belum pernah, itu wah banget lho.

Apalagi cuma modal doa.

Yang pengen saya sampaikan adalah, orang-orang shaleh itu, nggak mau pake cara capek, mending pake cara mudah dan Allah juga suka.

Orang-orang shaleh (yang saya nggak termasuk golongan ini) sehari-hari sibukin diri dengan ibadah aja. Duit, mobil, dll mah ntar juga datang sendiri.

Kita sehari-sehari sibuk sama dunia. Akhirnya dunia nggak dapet, akhirat apalagi.

Pasti ada yang komplain,

“lho tapi kan usaha juga harus!?”

Itu nggak usah dibahas!

Kerja ya kerja. Jualan ya jualan. Ngantor ya ngantor. Udah jelas itu. Nggak usah dibahas.

Tapi..

Jangan ada di kepala kita, rizki dari Allah itu datangnya dari usaha-usaha kita.

Allah bisa kasih dengan sebab (usaha), bisa juga tanpa sebab.

Jangan kecil-kan Allah.