kerjaan saya apa?

kerjaan saya apa?

Banyak sekali yang nanya, “kerja apa?”, atau, “kerja di mana?”

Dulu saya sempat bingung cara jawabnya. Karena umumnya kalau saya jelaskan pun biasanya gak paham juga.

Tapi akhir-akhir ini, saya biasa jawab gini: “saya bisnis, tapi online”, atau “bisnis online”.

Biasanya pertanyaannya  berlanjut, “apa itu?”, atau, “gimana itu?”

Biasanya saya jawab gini: “bisnis online itu kurang lebih sama aja kayak bisnis offline, beda dunianya aja (online vs offline). saya jualan juga iya, yang bukan jualan juga ada”

Bayangin bisnis offline

Ambil contoh aja misal toko jualan HP EL Sigli di Caleu.

Kurang lebih tahapan yang dilakukan oleh si pemilik toko adalah:

  1. pemasaran
  2. penjualan

Untuk kasus jualan HP, tahap pertama (pemasaran) bisa dilakukan dengan beberapa cara, misal:

  1. promosi lewat radio
  2. billboard
  3. pamflet
  4. dll

Dari pemasaran yang dilakukan, diharapkan:

  1. banyak orang yang sadar (aware), “oh ada toko HP ya di daerah Caleu, nama tokonya El Sigli, kayaknya bagus”, misal gitu
  2. yang kemudian, orang-orang yang aware ini diharapkan untuk datang ke toko
  3. seterusnya, yang sudah ke toko diharapkan untuk membeli

Pola yang sama, juga diterapkan dalam bisnis online

Katakanlah saya punya toko online dengan nama domain tokorazi.com. Let say tokorazi.com adalah toko online yang ngejual produk-produk kecantikan.

Toko HP El Sigli, tempatnya di Caleu. (offline)

toko online saya, tempatnya di tokorazi.com (online)

Tahapan yang saya lakukan juga sama:

  1. pemasaran
  2. penjualan

Nah, kalau EL Sigli melakukan pemasaran lewat radio, billboard, dll, saya melakukan pemasaran dengan melalui: GOOGLE, via SEO.

Gini, metode pemasaran online itu ada beberapa, misal: iklan di facebook, iklan di instagram, pasang iklan di google (yang muncul paling atas, ada tulisan “ad” biasanya), via email, dll.

Dan, salah satu metode pemasaran yang bagus adalah: SEO.

SEO itu apa?

Search Engine Optimization, atau, proses optimasi yang kita lakukan untuk memperbagus posisi / ranking di mesin pencari (terutama di Google), untuk keyword (kata kunci) tertentu.

*optimasi = memperbagus, memperbaiki, dst, agar google suka sama konten kita sehingga google narok website kita di posisi yang bagus. (target: posisi 1 atau ranking 1 di google)

*konten = konten itu bisa berupa artikel yang ada di web kita, bisa berupa video, dll

Misal, salah satu produk yang saya jual adalah minyak cantiko. Dan saya bikin halaman produk ini di tokorazi.com, tepatnya di tokorazi.com/minyak-cantiko. (misal lho ya, saya gak ada kasi tau juga jualan saya apa, nanti ada kompetitor kan, hehe)

Nah, saya berusaha agar ketika orang ketik “minyak cantiko”, atau “jual minyak cantiko”, dll, tokorazi.com muncul di ranking yang bagus (peringkat 1-3). (proses berusaha ini disebut optimasi. ada banyak hal yang mesti dilakukan. kalau mau baca-baca, bisa di sini: vatih.com/bisnis/belajar-seo)

Balik ke contoh EL Sigli

Dari pemasaran yang dilakukan El Sigli, dia kan berharap adanya pengunjung ke toko dia, yang kemudian diharapkan untuk membeli.

Nah saya juga gitu, setelah melakukan pemasaran via SEO, rangking bagus, saya berharap orang-orang meng-klik website saya, datang dan baca-baca konten saya, lalu kemudian membeli produk-produk yang saya jual.

*di online, pengunjung biasa disebut trafik.

Singkatnya, sama aja dengan bisnis si El Sigli (offline), saya juga melakukan pemasaran dan penjualan. Hanya caranya agak beda.

Saya udah berusaha menjelaskan dengan bahasa yang cukup mudah dipahami oleh orang awam sekalipun menurut saya.

Kenapa saya perlu jelaskan secara detil begini? Biar kamu bisa jelaskan dengan baik sama Ayah dan Ibu kamu. :p

BTW, secara umum, saya punya 2 jenis website: Website berupa TOKO ONLINE dan Website berupa BLOG

  1. Toko Online
    toko online, yang udah saya jelaskan panjang lebar di atas.
  2. Blog
    blog itu arahnya lebih ke informasi, bukan jualan. (walaupun bisa juga kalau kita mau sekalian jualan)

Kalau toko online kan dapat duit dari jual barang, blog dapat duit dari mana?

Gini, cara dapat duit dari website itu biasanya disebut monetize.

Me-monetize sebuah website dapat dilakukan dengan beberapa cara. Misal:

  1. kalau website itu berupa toko online, bisa dengan jualan.
  2. kalau websitenya berupa blog, pilihan monetize lebih banyak. Misal: program adsense dari google, jadi affiliate-nya Amazon, ada perusahaan yang hubungin kita minta dipasangkan iklan dia, dll

*program adsense google: misal coca cola, dia bayar ke google agar iklan dia tayang di para pemilik web. kita sebagai pemilik web kasi tempat kosong untuk diisi iklan coca cola. kalau ada yang klik iklan itu, kita dapat duit. misal coca cola kasi 10rb ke google utk setiap orang yang klik iklan dia. Dari 10rb itu, 6.500 buat pemilik blog, 3.500 buat google. kira-kira gambarannya gitu. semacam bagi hasil

*affiliate-nya amazon: orang datang ke blog kita, kita kasih link ke produk di amazon, kalau dia tertarik dia akan klik dan pergi ke amazon.com, kalau dia beli barang di sana, kita akan dapat duit dari amazon. Semacam bentuk balas jasa dia. Affiliate gak mesti amazon, bisa perusahaan lain juga.

Terus, dari sekian banyak jenis monetize utk Blog, saya fokusnya yang mana?

Saya lebih suka adsense.

Tapi ke depan in syaa Allah semua blog ingin saya monetize dengan 3 cara:

  1. adsense
  2. affiliate
  3. jualan produk (digital / bukan digital)

Pekerjaan ini saya jalani secara profesional

Bisnis online yang saya geluti ini saya lakukan secara profesional. Artinya, saya benar-benar menjadikan ranah ini sebagai profesi yang serius.

Saya punya jadwal kerja, target pekerjaan, konsep, dll yang harus selalu saya perhatikan.

Mungkin, dalam pandangan masyarakat umum, profesi seperti saya belum terlalu dianggap sebagai sebuah pekerjaan, beda dengan masyarakat perkotaan khususnya negara-negara maju.

Namun menurut saya lambat laun, seiring bertambah banyaknya orang-orang yang kerja remote, in syaa Allah pikiran masyarakat akan semakin terbuka.

🙂

*FYI, guru saya dalam internet marketing atau bisnis online ini adalah mas Ibrahim Vatih. tapi beliau lebih dari sekedar guru bisnis sih buat kami. dan dulu saya fokus belajar selama kurang lebih 1 tahun di Sintesa.

Leave a Comment