Beginilah Pengalaman Saya Jalan-jalan ke Makassar, Kamu Bagaimana?

Konro Bakar Makassar

Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya mengunjungi Makassar sekitar September 2013 lalu.

Makassar merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Selatan. Jika melihat peta, maka letaknya ada di “kaki kiri” pulau Sulawesi. Menurut Wikipedia Indonesia, Makassar merupakan kota terbesar di wilayah timur Indonesia dan wilayah metropolitan terbesar kedua di luar Pulau Jawa, setelah Kota Medan. Tapi bagi saya, justru yang ada di kepala saya ketika mendengar Kota Makassar adalah soal demo mahasiswanya, mahasiswa daerah lain tidak ada apa-apanya, hehe.

Oh iya, saya suka jalan-jalan (travelling/backpacking), terutama jika kondisi keuangan dan waktu memungkinkan. Saya lebih memilih solo backpacking dibandingkan berkelompok. Solo backpacking ini ada kelebihan dan kekurangannya. kelebihan dari solo backpacking adalah kebebasan. Kita bebas menentukan akan kemana, mau makan apa, istirahat dimana dst. Namun kekurangannya juga banyak, salah  satunya, setiap ingin berfoto selalu meminta bantuan dari orang lain, hehe.

Solo backpacking waktu itu menghabiskan waktu sekitar 1.5 bulan dan Makassar menjadi salah  satu kota destinasi saya selain Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, Kendari, Gorontalo dll.

Sebelum ke Makassar, saya terlebih dahulu mendatangi beberapa kota di Kalimantan. Di Kalimantan saya bertemu dengan banyak orang baik, pengalaman di Kalimantan mungkin akan saya ceritakan berikutnya. Karena pertimbangan waktu dan uang, Perjalanan ke Pulau Kalimantan saya akhiri di Balikpapan.

Tiba di Makassar

Salah satu unsur penting dalam backpacking adalah manajemen uang. Uang yang kita keluarkan harus kita atur sedemikian rupa agar destinasi yang kita tuju banyak, namun pengeluaran tetap sedikit. Menggunakan pesawat sebenarnya bukan pilihan yang tepat, namun lagi-lagi karena pertimbangan waktu, saya memilih untuk menggunakan pesawat dibandingkan kapal. Saat itu saya kejar-kejaran dengan jadwal wisuda saya di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia, Bogor.

Perjalanan dari Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan ke Makassar memakan waktu sekitar satu jam, alhamdulillah tanpa delay dan alhamdulillah landing dengan mulus.

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar atau Sultan Hasanuddin International Airport menurut saya merupakan salah satu bandara paling bagus di Indonesia. Arsitektur bangunannya unik. Interiornya juga bagus, rapi dan bersih. Bangunanya  terinspirasi dari kearifan lokal suku-suku yang ada di Sulawesi Selatan.

Saya di depan Bandara Hasanuddin Makassar sambil tersenyum
Saya sedang berfoto di depan Bandara Hasanuddin Makassar

 

Tempat-tempat Menarik

Di Makassar banyak sekali tempat wisata yang  layak untuk dikunjungi. Mulai dari pantai, air terjun, bangunan peninggalan sejarah dll. Namun karena berbagai pertimbangan, tidak semua tempat tersebut bisa saya kunjungi. Berikut beberapa tempat yang sempat saya datangi saat saya di Makassar.

Pantai Losari

Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat untuk menghabiskan waktu bagi warga Makassar , terutama di sore dan malam hari. Di beberapa bagian jalan dekat pantai ada penjual Pisang epe, salah satu  cemilan khas Makassar.

Saya di depan Pantai Losari Makassar
Saya sedang di Pantai Losari, beberapa warga juga sedang menikmati sore di depan tulisan “CIty of Makassar”, pinggir pantai Losari

Malino

Malino adalah tempat wisata yang berada di dataran tinggi dan berada sekitar 90 km dari pusat kota Makassar. Selama perjalanan menuju Malino, kita akan melewati pemandangan hutan pinus. Saat kesana, saya ditemani oleh Bang Desti. Kami kesana menggunakan sepeda motor. Suasana di Malino hampir mirip dengan daerah Puncak, Bogor. Malino juga menawarkan hawa dingin dan panorama alam yang indah.

Saya dan Bang Desti di  Hutan Pinus Malino
Saya dan Bang Desti di hutan pinus malino Makassar, Malino merupakan dataran tinggi yang menawarkan hawa dingin dan panorama alam yang indah

 

Makanan Khas Makassar

Cukup dua saja tempat wisata yang saya bahas di tulisan ini. Sekarang mari kita lihat makanan apa saja  yang ditawarkan Makassar untuk para pengunjungnya.

Es Pisang Ijo

Siapa yang belum pernah makan es pisang ijo?. Saya rasa Anda yang pecinta kuliner tentu sudah pernah merasakan nikmatnya makanan khas yang satu ini. Es pisang ijo merupakan makanan khas Makassar yang bahan utamanya adalah buah pisang. Buah pisang tersebut dibalut dengan adonan tepung berwarna hijau lalu dipotong menjadi beberapa bagian. Potongan tersebut kemudian dicampur dengan adonan kuah lainnya dan es batu yang sudah dihancurkan. Penjual es pisang ijo bisa kita jumpai di  banyak tempat di Kota Makassar. Karena rumus dalam backping adalah sehemat mungkin, maka saya memilih es pisau ijo pinggir jalan, selain enak, murah pula, hehe.

es pisang ijo makassar
Es pisang ijo, salah satu makanan khas daerah Makassar

Konro

Konro juga salah satu makanan khas Makassar dengan bahan dasar berupa daging sapi. Setau saya ada dua jenis konro. Pertama, Sop konro, yaitu konro yang berbentuk sop. Kedua, konro bakar, yaitu daging sapi yang dibakar dan diberikan bumbu-bumbu khusus. Saat saya ke Makassar, saya memilih konro bakar. Rasanya itu lho, maknyus…hehe

Konro Bakar Makassar
Konro bakar, salah satu makanan khas Makassar yang sangat nikmat

Cukup sekian saja sharing pengalaman saya selama di Makassar, jika ada hal yang ingin ditanyakan silakan menghubungi saya. Cara terbaik mengontak saya adalah melalui email, atau silakan mengunjungi saya yang lagi nyantri di Pesantren Sintesa.

 

Pondok Pesantren Sintesa: Tempat Terbaik Belajar Internet Marketing

Logo Pesantren Sintesa

Perekonomian suatu negara cenderung meningkat seiring waktu. Perkembangan ini diikuti dan dibarengi dengan munculnya pengusaha-pengusaha baru baik dalam skala bisnis mikro, kecil, menengah hingga skala besar. Namun sayangnya  grafik peningkatan kuantitas pengusaha-pengusaha tersebut tidak dibarengi dengan kualitas diri maupun bisnis mereka. Banyak sekali pengusaha-pengusaha yang melakukan suap, mark up, publikasi laporan keuangan yang tidak transparan, dan berbagai tindakan moral hazard lainnya. Berangkat dari pemikiran itulah, Ibrahim Vatih Bersama Mas Rully dan Mas Een menciptakan pesantren yang berbasis dua nilai yaitu nilai-nilai Islam dan nilai-nilai Bisnis (online) guna menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang memiliki nilai-nilai Alquran.

Menuntut Ilmu Banyak di dalam Hadits Shahih
http://www.fotografindo.com/

 

Apa itu Pesantren Bisnis Sintesa?

Sekilas Tentang Sintesa

Sintesa merupakan singkatan dari Sinergi Terpadu Santri. Sintesa adalah program pengajaran materi-materi seputar online business yang dibungkus dengan kegiatan-kegiatan keagamaan.

Sintesa dicetus oleh tiga orang , Mas Ibrahim Vatih (online Business Expert), Mas Rully (Programmer) dan Bang Een (Euntrepreneur). Ketiga orang inilah yang membuat pesantren ini berjalan. Persiapan mulai dari dana, tempat belajar,  perlengkapan sehari-hari dll dilakukan oleh mereka bertiga. Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Sintesa mengambil tempat  di daerah  Glondong, Bantul, Jogjakarta.

Logo Pesantren Sintesa
Logo Pondok Pesantren Sintesa, Pesantren Tempat Belajar Internet Marketing dengan Suasana Pondok

Fasilitas

Beberapa fasilitas yang disediakan oleh  Sintesa antara lain :

1. Koneksi Internet 24 jam
2. Makan tiga kali sehari
3. Sharing ilmu dan pengalaman dari pelaku bisnis online

Fokus Materi

Materi-materi yang akan menjadi fokus dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :

1. Belajar membuat website untuk personal, konten dan toko online

2. Belajar Search Engine Optimization (SEO)

3. Belajar mandapatkan penghasilan dari google adsense

4. Belajar memasarkan produk lewat Facebook Marketing

Diharapkan setelah mempelajari materi-materi tersebut, santri sudah mampu mendapatkan penghasilan baik dari google adsense maupun dari penjualan produk secara online.

Syarat Menjadi Santri

Sintesa mengharuskan beberapa syarat untuk menjadi santri binaan. Syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut :

1. Santri yang menjadi santri binaan hanya Laki-laki dan berusia antara 18 hingga 25 tahun

2. Siap dan mampu belajar di pesantren selama satu tahun

3. Belum menikah

4. Tidak sedang kuliah atau sudah lulus

5. Mempunyai laptop (opsional).

Kegiatan

Secara umum kegitan di pesantren terbagi menjadi tiga : kegiatan belajar-mengajar, kegiatan keagamaan dan kegiatan lainnya. Kegiatan belajar-mengajar dilakukan di waktu pagi dan siang. Namun jika dibutuhkan, jam belajar akan ditambah setelah ashar dan setelah isya.

Kegiatan keagamaan yang harus dilakukan antara lain shalat berjamaah lima waktu, membaca tahlil sebanyak 100 kali di setelah shubuh, membaca istigfar 100 kali setelah magrib, meghafal Alquran dengan metode talaqqi setelah  shubuh, dll.

Sementara kegiatan lain yang tidak termasuk kedalam kedua kegiatan  itu misalnya makan secara berjamaah, piket kebersihan, piket memasak, rihlah, olahraga bersama dan lain sebagainya.

Selama satu tahun di Sintesa, santri akan terus ditingkatkan ilmu, pengalaman dan jam terbang mengenai bisnis online dan dicetak menjadi pengusaha-pengusaha yang sukses sekaligus berbisnis dengan nilai-nilai Alquran.

Target

secara umum seperti yang telah disebutkan, tujuan dari Sintesa ini adalah mencetak pengusaha-pengusaha berbasis online yang cinta Al Qur’an dan menjalankan bisnisnya dengan nilai-nilai Alquran. secara khusus, setelah mengikuti program belajar selama satu tahun, para alumni diharapkan sudah sudah memiliki beberapa hal berikut :

1. memiliki hafalan minimal 2 Juz dan memiliki semangan dan motivasi untuk melanjutkan hafalannya hingga 30 Juz

2. memilik dua website : satu website yang  sudah berpenghasilan dari google adsense dan satu website penjualan produk

3. mampu melakukan pemasaran melalui facebook ads

4. Bisa mengembangkan masyarakat di daerah asalnya melalui dakwah dan bisnis

5. Rutin bersedekah setiap bulan melalui hasil bisnis online yang telah dibangun

 

jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi salah satu santri pesantren Sintesa ini